Archive for the ‘EEG’ Category


Untuk membersihkan elektroda EEG sebenarnya cukup mudah. Cukup direndam dengan air hangat 5 sd 10 menit, kemudian sisa2 pasta yang melekat bisa dibersihkan dengan cutton bud. 
Namun apabila elektroda yang digunakan sebelumnya dipergunakan untuk merekam pasien dengan riwayat pengidap HIV, Hepatitis B, dll. Elektoda harus dibersihkan dengan penanganan khusus sebelum dipergunakan kembali.
Elektroda harus direndam dengan cairan dengan kandungan klorin 0.5% selama 10 menit.

Cairan klorin 0.5% bisa kita buat sendiri dari bahan yang mudah didapat. Yaitu dari cairan pemutih pakaian. Di pasaran ada beberapa merk pemutih pakaian. Silahkan pilih sendiri. Biasanya kandungan klorin dari cairan pemutih pakaian adalah 5.25%

Untuk mendapatkan cairan klorin 0.5% kita dapat mencampurnya dengan air.
Berikut langkah2nya :

RUMUS 

Jumlah air = % larutan pemutih : 0.5% kemudian – 1%

Contoh : Membuat larutan klorin 0.5% dari larutan pemutih (mengandung klorin 5.25%).
Jumlah bagian air = (5.25% : 0.5%) – 1

= 10.5 – 1 = 9.5

jadi ambil 1 bagian larutan pemutih + 9.5 bagian air. Atau bila 1botol cairan pemutih 500ml berarti harus dicampur dengan air sebanyak 4.75 liter

Bila sudah selesai membuat cairan klorin 0.5% lakukan langkah2 berikut ini:

1. Gunakan sarung tangan (sarung tangan tebal dari bahan karet atau polivinil) untuk memasukan elektroda

2. Siapkan wadah khusus dan bahan anti karat, misalkan waskom pelastik dengan ukuran yang memadai.
3. Cairan harus cukup untuk merendam elektroda
4. Rendam selama 10 menit. Jangan merendam semua bagian elektroda. Cukup rendam bagian cup elektrodanya sampai setengah kabel saja. Bagian elektroda yang menempel ke amplifier tidak boleh ikut terendam.
5. Ganti sarung tangan dengan yang baru. Kemudian bilas elektorda yang sudah selesai direndam tersebut dengan air yang mengalir, sampai benar2 bersih.
6. Keringkan dengan handuk yang lembut sampai kering. Cara mengeringkannya cukup dengan menekan nekan saja.
7. Gantung elektroda dan diangin anginkan
8 . Cuci tangan dengan sabun/larutan antiseptic, bilas dengan air bersih hingga bersih.
Note: 
1. Untuk merendam elektroda jangan terlalu lama. Cukup 10 menit. Dikarenakan cairan klorin bersifat korosif.

2. Sebelum direndam bersihkan sisa2 pasta yang melekat di elektroda dengan cutton bud di air mengalir.

Bila dari langkah langkah ini ada yang kurang, silahkan ditambahkan ya.

Indahnya berbagi 😁

Sekilas mengenai Kandungan cairan pemutih.
Pemutih yang beredar dipasaran, umumnya mengandung senyawa hipoklorit sebagai bahan aktifnya. Larutan pemutih mengandung senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dengan kadar 5,25 %. Pemutih merupakan bahan kimia yang sangat reaktif. 

Mencampur bahan pemutih dengan bahan rumah tangga lainnya dapat sangat berbahaya. Misalnya, jika pemutih dicampur dengan pembersih kloset yang mengandung asam klorida dapat menghasilkan gas klorin. 

Gas klorin dapat merusak saluran pernafasan, dan jika kadarnya cukup besar dapat mematikan. Mencampur pemutih dengan ammonia juga menghasilkan gas beracun, yaitu kloramin (NH2Cl) dan hidrazin (N2H4)

Oleh karena itu jangan sekali-kali mencampur pemutih dengan bahan lain tanpa petunjuk atau pengetahuan yang jelas.


Driver printer HP yg tdk bs diinstall dengan pesan “usb not support”

Setelah berhasil Download driver printer HP Advantage K209  dan mencoba install di windows 7. Tiba2 muncul pesan USB not Support.

Untuk mengatasi permasalahan tsb coba lakukan langkah berikut ini: 
1. Ketik %temp% di kolom search

2. Cari folder 7zxxxxx

(Kode xxxx tergantung hsl download berubah2. Yg diperhatikan 7z nya)

Contoh: 7zS18BD.

3. Cari folder Setup
4. Cari file usbready
5. Rename usbready jadi usbready.old
6. Kembali ke folder 7zxxxxx. Cari icon HP dengan tulisan setup. Double klik icon tsb. Ikuti saja proses instalasinya.

Selamat mencoba.

Tips & Trik Penanganan Grounding EEG

Posted: March 24, 2017 in EEG

Tips & Trik Penanganan Grounding EEG

Kali ini saya mau sharing untuk penanganan ruangan EEG yang groundingnya kurang baik atau sama sekali tidak ada grounding.

Jika ruangan EEG sdh ada grounding akan tetapi nilai impedansinya msh kurang memadai. Coba trik berikut ini.

Cari titik grounding yg tertanam ditanah  yang sudah ada. Kalau diameter lubang ground besar dan memungkinkan utk bisa dimasukkan sesuatu kedalamnya, coba masukkan arang kayu atau arang batok kelapa ke dalam lubang grounding. Kemudian siram dengan air sebanyak mungkin. Diharapkan dengan arang yang dimasukkan ke dalam lubang grounding bisa mengikat atau menyimpan air yang tadi kita siram. Tapi cara ini tdk permanen. Harus dilakukan pengecekan setiap 1 bln sekali. Bila hasil ground kurang baik, masukkan kembali arang ke dalam lubang ground dan tambahkan air kembali.

Bila tidak ada ground sama sekali? Sedangkan perekaman EEG harus dilakukan dan pembuatan ground belum dilakukan.

Berikut langkah2nya.

Tarik kabel dari unit EEG kemudian hubungkan kabel tadi ke tombak tembaga. Cari saluran irigasi atau saluran  pembuangan air. Tancapkan tombak tembaga tersebut di saluran pembuangan air atau saluran irigasi. Pastikan saluran tersebut banyak airnya.

Trik lain pembuatan grounding yg low cost tp cukup efektif adalah dengan menancapkan tombak tembaga di samping sepitank. Ambil jarak antara sepitank dengan grounding yang akan dipasang kurang lebih 1 meter.
Bila kedalaman sepitank kurang lbh 2 meter. Tancapkan tombak tembaga tersebut sedalam 2 meter. 

Cara terakhir kalau kepepet aja ya 🙂
Tarik kabel dari titik ground unit EEG. Kemudian cari washtafel. Ujung kabel yg 1 dipasang ke ground EEG. Ujung yg 1 lagi ke jepit buaya. Jepitkan jepit buaya tadi ke ujung keran kemudian buka kerannya sampai air mengalir. Buka krannya tdk usah besar2 ya. Pastikan air yg keluar dari keran tdk mengalir ke kabel ground. dikhawatirkan bisa terkena unit EEG.

Dari beberapa tips di atas, penulis menyarankan tetap membut grounding sesuai standard untuk alat EEG. Bisa dilihat diposting sebelumnya, agar hasil perekaman EEG maksimal.

Meteran Gulung Otomatis Untuk EEG

Posted: October 25, 2016 in EEG

Meteran gulung otomatis (Automatic measuring tape) adalah Meteran gulung praktis sepanjang 150cm. Dengan meteran ini, anda tidak perlu lagi menggulung manual, Cukup dengan menekan tombol di tengah meteran akan menggulung sendiri. Meteran bisa digunakan untuk mengukur kepala pasien dengan mudah (Pra tindakan EEG). Selain untuk itu bisa juga dipergunakan untuk kebutuhan medis lainnya misalnya mengukur panjang bayi baru lahir, mengukur lingkar kepala, mengukur fundus pada ibu hamil dan sebagainya.

 

 

 

 

Tabel Ukuran Peletakan Elektroda

Posted: May 1, 2016 in EEG

Saat pemasangan elektroda EEG, operator akan mengukur ukuran kepala dengan system 10 – 20.
Contoh :
Panjang dari nasion ke inion 30 cm
Berarti dengan syatem 10 – 20 peletakan elektrodanya seperti di bawah ini :
Dari nasion ke FPZ : 3 cm
Dari nasion ke FZ : 9 cm
Dari nasion ke CZ : 15 cm
Dari nasion ke PZ : 21 cm
Dari nasion ke OZ : 27 cm
Dari nasion ke inion : 30 cm

Bagaimana kalau dari nasion ke inion 30,5 cm? 32,5cm? 31cm? 27,5cm?
Repot kan ngukurnya? Musti ambil kalkulator 🙂

Untuk memudahkan operator untuk menentukan jarak dan peletakannya, operator akan cukup dibuat pusing dengan harus mengukur dan mengali nilainya dengan 10% dan 20%.
Berikut saya lampirkan, silahkan didownload tabel ukuran kepala, untuk memudahkan operator memasang elektoda. Silahkan diprint dan di tempel di dekat operator saat memasang elektroda.
https://drive.google.com/file/d/0B39VZkao3zZUR0VXV0lUa3pIWkU/view?usp=drivesdk

Semoga membantu dan bermanfaat.

Indahnya berbagi 🙂

Artifact Jantung

Posted: January 17, 2015 in EEG

Pernah mengalami munculnya artefact jantung di bagian telinga ( A1/A2)?

Bila muncul gelombang tajam seperti pulsa ECG dibagian A1 dan A2, dan selalu sejajar dengan Pulsa ECG, itu adalah artefact jantung.

Pengalaman penulis, biasanya akan muncul pada pasien yang berbadan gemuk. Solusinya, coba pindahkan kabel elektrodanya ke bagian mastoid. Semoga artefact jantungnya hilang atau paling tidak berkurang.

Mengukur Kualitas Elektroda EEG

Posted: January 17, 2015 in EEG

Saat pemasangan elektroda ke pasien, sering operator terkendala dengan impedance yang tinggi terus, padahal kulit kepala pasien sudah dibersihkan.

Salah satu yang harus diperhatikan bila terjadi seperti ini adalah dengan memeriksa kabel elektroda.

Untuk memeriksa kabel elektoda bisa dengan menggunakan AVO Meter. Akan tetapi dengan AVO Meter cukup merepotkan, kita harus mencopot dan memeriksa satu persatu kabel elektrodanya.

Ada cara yang cukup cepat dan praktis, yaitu dengan mencelupkan semua kabel elektroda ke dalam washkom yang diisi air. Kemudian Klik Impedance. Perhatikan pada layar impedance, bila nilai impedance masih di bawah 1KOhm, kabel masih dikatakan sangan baik. Bila sudah melebihi angka 3KOhm sebaiknya kabel diganti ( Walaupun sebenarnya masih bisa dipakai, hanya saja impedansinya sudah kurang baik)

Selain itu perhatikan juga kualitas dari lapisan elektrodanya, ada beberapa yang menggunakan elektroda AgCl dan ada yang menggunakan Gold.

Untuk yang menggunakan AgCl, bila cup elektrodanya sudah mulai berubah menjadi silver, itu pertanda lapisan Cloridenya sudah mulai habis terkikis. Begitu juga dengan elektroda Gold, bila lapisan goldnya sudah mulai hilang maka elektroda harus segera diganti.

Untuk perawatan elektroda EEG, bersihkan selalu setiap selesai pemakaian. Rendam di air hangat selama 10 menit ( Hanya dibagian Cup nya saja). Goyang – goyangkan kabel sehingga pasta yang menempel terlepas. Untuk sisa pasta yang masih menempel bersihkan dengan lidiwaten atau cutton bat. Terakhir keringkan dengan handuk lembut.

catatan : jangan menyikat cup elektroda dengan sikat gigi atau sikat apapun. dikhawatirkan akan mempercepat terkikisnya lapisan elektrodanya.

Semoga bermanfaat 🙂

 

Frequensi EEG

Posted: March 22, 2011 in EEG

Ada empat frequensi yang dihasilkan oleh aktivitas elektrikal otak yaitu :

Delta : < 4 Hz (Normal Sleep, Abnormal is seen in the awake adult)

Theta : 4-7 Hz  (Normal Sleep, Abnormal is seen in the awake adult)

Alpha 8-13 Hz Normal in the awake adult

Bheta : >13 Hz Normal in the awake adult

Sebenarnya masih ada lagi yaitu Bheta1 dan bheta2, tapi jarang dipergunakan.

 

Pemasangan Elektroda EEG 10-20 System

Posted: March 22, 2011 in EEG

Pertama-tama ukur sagittal plane dari titik Nasion ke Inion, terdapat lima titik pengukuran yaitu FPZ, FZ, CZ, PZ dan OZ.

Dari titik Nasion ke FPZ adalah 10%, FPZ ke FZ 20%, FZ ke CZ 20%, CZ ke PZ 20%, PZ ke OZ 20% dan OZ ke Inion 10%.

Contoh kasus : Panjang dari titik Nasion ke Inion adalah 30cm, berarti dari titik Nasion ke FPZ adalah 3 Cm, FPZ ke FZ 6 Cm, FZ ke CZ 6 Cm, CZ ke PZ 6 Cm, PZ ke OZ 6Cm dan OZ ke Inion 3 Cm.

(Lateral View of The Skull)

Lanjutkan pengukuran dengan mengukur Coronal Plane dengan mencari titik T3, C3, CZ, C4, T4. (dilihat dari sisi Frontal) caranya dengan mengukur titik di atas Tragus telinga Kiri ke telinga Kanan. Kemudian bagi masing-masing titik dengan system 10-20 System. Dari titik di atas tragus ke T3 10%, T3 ke C3 20%, C3 ke CZ 20%, CZ ke T4 20%, C4 ke T4 20% dan T4 ke titik di atas tragus 10%.

Pastikan pengukuran CZ Sagittal dan CZ Coronal bertemu.

(Frontal View of The Skull)

Ukur panjang dari titik FPZ ke titik OZ (sisi sebelah kiri kepala pasien), dari FPZ ke FP1 10%, FP1 ke F7 20%, F7 ke T3 20%, T3 ke T5 20%, T5 ke O1 20% dan O1 ke OZ 10%.

Lanjutkan dengan sisi sebelah kanan, yaitu dengan mengukur dari FPZ dan OZ kembali, kemudian bagi dengan system 10-20. FPZ ke F2 10%, F2 ke F8 20%, F8 ke T4 20%, T4 ke T6 20%, T6 ke O2 20% dan O2 ke OZ 10%.

(Superior View With Cross-Section of Skull)

Tentukan titik F3 dengan cara mengukur F7 dengan FZ, setelah itu bagi dua, hasilnya adalah F3. F3 terletak antara F7 dan FZ.

Tentukan titik F4 dengan cara mengukur F8 dengan FZ, setelah itu bagi dua, hasilnya adalah F4. F4 terletak antara F8 dan FZ.

Tentukan titik P3 dengan cara mengukur T5 dengan PZ, setelah itu bagi dua, hasilnya adalah P3. P3 terletak antara T5 dan PZ.

Tentukan titik P4 dengan cara mengukur T6 dengan PZ, setelah itu bagi dua, hasilnya adalah P4. P4 terletak antara T6 dan PZ.

(A Single Plane Projection of The Head)

Catatan : Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penulisan ini, silahkan ditambahkan bila ada yang kurang dan koreksi bila ada yang salah, terimakasih 🙂

Amplifier

Posted: March 17, 2011 in EEG

Alat EEG tidak lepas dari yang namanya amplifier, amplifier berfungsi untuk menguatkan sinyal yang dihasilkan oleh aktivitas otak, saat ini EEG sudah menggunakan komputer untuk mengolah datanya. Untuk menghubungkan amplifier dan komputer dibutuhkan kabel interface, ada beberapa kabel interface yaitu USB cable, Serial cable dan cabel LAN. Dari sekian banyak produk EEG banyak yang menggunakan cable LAN untuk interfacenya.

 

Pernah punya masalah untuk EEG dengan interface cable LAN? Amplifier tidak terdetect? Amplifier not connected? Dll.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila menggunakan kabel LAN.

Coba masuk ke divice manager pada windows, apakah Ethernet card sudah terdeteksi dengan benar? Kalau sudah lanjutkan pengecekan berikutnya, yaitu cek IP adresss dan submasknya. Masuk ke control panel kemudian lihat setting IP adressnya.

Masing –masing mesin berbeda IP address dan submasknya, tapi yang umum dipergunakan adalah  IP = 192.168.101.1 dan submasknya 255.255.255.0.

Untuk IP address 192.168.xxx.x sudah default, yang bisa diganti – ganti adalah yang bertanda xxx.

Sudah memecahkan masalah?

Kalau belum, coba cek firewallnya, off kan firewall pada windows. Biasanya sampai sini masalah sudah selesai, kalau belum, coba cek drivernya, apa sudah terinstall semua.

Kalau ada yang mau menambahkan silahkan 🙂